Cite This        Tampung        Export Record
Judul Pertemuan Qadisiyah / Ali Amad Bakatsir
Pengarang Ali Amad Bakatsir (Pengarang)
EDISI Cetakan Pertama
Penerbitan Solo : PT. Era Adicitra Intermedia, 2007
Deskripsi Fisik i, 154 Halaman :Ilustrasi ;15 x 21 cm
Konten Teks
Media Tanpa Perantara
Penyimpan Media Volume
ISBN 979-3414-25-1
Subjek Agama Islam
Catatan Perang bukanlah sebuah pilihan utama, apalagi yang pertama. Namun, bila jalan perang terpaksa harus ditempuh, pantang untuk bersurut langkah. Terlebih, untuk mempertahankan kalimat ilahiah dan kesaksian terhadap Muhammad Saw. sebagai Rasulullah. Bila menang, kemuliaan akan didapat, sedang bila syahid, surgalah balasannya. Kali ini, peperangan menentukan nasib antara pasukan Islam dengan pasukan Persia terjadi di Istana Qudais. Pasukan Persia di bawah komando Panglima Rustum merangsek menuju istana tempat bermukimnya Panglima Sa'd bin Abi Waqqash. Bersama pasukan gajah dan tentara yang banyak, Persia berhasil mendesak barikade pertahanan buatan Sa'd dan sahabat-sahabat Rasulullah Saw. lainnya seperti Salman Al-Farisi, Mughirah bin Syu'bah, Al-Qa'qa' bin Amru dan Ashim bin Amru. Berkat keyakinan teguh, semangat membara, strategi cerdik, kebersamaan dan moralitas tinggi dari kaum Muslimin dalam menghadapi peperangan itu akhirnya membuahkan kemenangan, meski tidak sedikit korban berjatuhan. Rangkaian peristiwa mengagumkan ini bukan fiksi. Ia tercatat dalam sejarah gemilang Islam di zaman Ke-khalifahan Umar bin Khathab. Kehormatan dan kejayaan memang harus diperjuangkan dengan beribu cara. Dan bila perang sebuah pilihan pahit sudah menjadi satu-satunya pilihan, harus tetap diingat bahwa targetnya adalah mewujudkan perdamaian hakiki.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000000586 297.72 ALI p Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat - Ruang Baca Umum Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000000170
005 20210204102642
007 ta
008 210204################g##########0#ind##
020 # # $a 979-3414-25-1
035 # # $a 0010-0121000165
082 # # $a 297.72
084 # # $a 297.72 ALI p
100 0 # $a Ali Amad Bakatsir$e Pengarang
245 1 # $a Pertemuan Qadisiyah /$c Ali Amad Bakatsir
250 # # $a Cetakan Pertama
264 # # $a Solo :$b PT. Era Adicitra Intermedia,$c 2007
300 # # $a i, 154 Halaman : $b Ilustrasi ; $c 15 x 21 cm
336 # # $a Teks$2 rdacontent
337 # # $a Tanpa Perantara$2 rdamedia
338 # # $a Volume$2 rdacarrier
505 # # $a Perang bukanlah sebuah pilihan utama, apalagi yang pertama. Namun, bila jalan perang terpaksa harus ditempuh, pantang untuk bersurut langkah. Terlebih, untuk mempertahankan kalimat ilahiah dan kesaksian terhadap Muhammad Saw. sebagai Rasulullah. Bila menang, kemuliaan akan didapat, sedang bila syahid, surgalah balasannya. Kali ini, peperangan menentukan nasib antara pasukan Islam dengan pasukan Persia terjadi di Istana Qudais. Pasukan Persia di bawah komando Panglima Rustum merangsek menuju istana tempat bermukimnya Panglima Sa'd bin Abi Waqqash. Bersama pasukan gajah dan tentara yang banyak, Persia berhasil mendesak barikade pertahanan buatan Sa'd dan sahabat-sahabat Rasulullah Saw. lainnya seperti Salman Al-Farisi, Mughirah bin Syu'bah, Al-Qa'qa' bin Amru dan Ashim bin Amru. Berkat keyakinan teguh, semangat membara, strategi cerdik, kebersamaan dan moralitas tinggi dari kaum Muslimin dalam menghadapi peperangan itu akhirnya membuahkan kemenangan, meski tidak sedikit korban berjatuhan. Rangkaian peristiwa mengagumkan ini bukan fiksi. Ia tercatat dalam sejarah gemilang Islam di zaman Ke-khalifahan Umar bin Khathab. Kehormatan dan kejayaan memang harus diperjuangkan dengan beribu cara. Dan bila perang sebuah pilihan pahit sudah menjadi satu-satunya pilihan, harus tetap diingat bahwa targetnya adalah mewujudkan perdamaian hakiki.
600 # 4 $a Agama Islam
990 # # $a 00000000586
Content Unduh katalog